oleh

Dear Laki-laki, Ini 3 Alasan Mengapa Perempuan Harus Dimenangkan

LENSAISH.COM – Ungkapan ‘wanita selalu benar atau cewek ngga pernah salah’ sudah terlanjur lazim bersliweran di telinga kita. Yah meski ngga semua mengiyakan, tapi banyak yang mengatakan iya.

Hal ini membuat para lelaki merasa jadi serba salah ketika sedang menghadapi perempuannya.
Pasalnya, laki-laki seringkali disalahkan atas luka yang sebenarnya digores oleh kaum perempuan itu sendiri. Perempuan emang seneng banget sama yang namanya overthinking, padahal mereka tahu bagaimana semua akan berakhir. Jengkel, bawaannya pengen marah, tapi ngga ngerti harus marah ke siapa. Laki-laki sasarannya.

Laki-laki juga dianggap ngga guna, ngga ngertinan dan ngga peka blas terhadap hal-hal yang juga tak dipahami oleh si perempuan. Walaupun sebenernya perempuan itu paham, cuma ya kadang ngga ngerti gimana cara mulainya. Gimana cara ngasih tahunya. Jadi, lebih milih kata terserah, yaudah, gapapa demi terselamatnya perasaan antara kedua belah pihak. Eh engga deng, demi damainya perasaan sendiri.

Baca Juga:

Nah, kalo harus dimenangkan, begini alasannya.

  1. Perempuan Bagian dari Kaum Ibumu

Kita sepakati dulu kalo kita dilahirkan oleh seorang perempuan pilihan Tuhan yang istimewa ya. Kalo yang lahir dari keluarga pelangi, aku ngga tau.

Baca Juga  Terdistraksi Notifikasi Cinta

Lanjut…

Laki-laki yang menyayangi dan menghormati ibunya, tidak akan pernah membuat hati perempuan terluka. Meski sesalah apapun perempuan yang ada di hadapannya.

Kenapa begitu?

Karena mereka tahu, surga berada di telapak kaki ibu. Segala ucapan berupa perintah harus dilaksanakan, sedang ucapan berupa doa yang dilangitkan, terkabulnya tidak bisa diganggu gugat. Lelaki yang menuruti kehendak ibunya dan berusaha membahagiakannya adalah laki-laki yang aroma surganya tercium semerbak di kalangan perempuan.

Selain itu, ajaibnya seorang perempuan berbentuk ibu ini, mereka memiliki hati tangguh nan lapang tak tertandingi.

Bagaimana tidak?

Mereka dengan sabar menggendong kita selama 9 bulan. Basi si, tapi nyatanya gitu. Meninabobokkan kita yang sering rewel tiap malam. Menyediakan kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier kita. Seolah ibu adalah malaikat kasat mata yang ngertinan. Sedangkan yang menjadi balasan, tak pernah bisa mencapai apa yang telah ibu korbankan.

Legowonya menerima kita yang penuh kurangan, tak pernah dipermasalahkan. Tetep mereka urus hingga kita menjadi pribadi yang menyenangkan, pinter, soleh, sogeh sekaligus membanggakan. Dambaan banget…

Baca Juga  Puisi: Akhir Zaman

Baca Juga:

Bagi seorang ibu, ada yang lebih menyakitkan daripada melahirkan, yaitu dibentak oleh anak yang dilahirkannya. Begitu kira-kira tulisan kang Maman dalam tweetnya yang tak sengaja kubaca. Ini berarti, selain dari keduanya dianggap hal menyakitkan, tapi masih bisa dimaafkan. Merinding sih.

Jika surga saja dititipkan pada telapaknya, maka dengan alasan valid ini, laki-laki harusya sadar di mana posisi perempuan.

Sudahkah anda termasuk lelaki yang beraroma surga?

  1. Perempuan Adalah Calon Ibu dari Anak-anakmu

Jika kamu laki-laki, maka takdir pasanganmu (harusnya) perempuan. Perempuan yang akan kau pilih sebagai pasangan dan kau titipi benih cinta bewajah cantik dan tampan, jangan sampai disia-siakan. Inget gimana perjuanganmu pas mau dapetin. Eh bukan, sebab di tiap lakumu, akan menjadi rekaman yang mudah ditiru. Setiap ucapmu, akan didengar dan menjadi pacu berpikir keturunanmu.

Kromosom buruk yang tak pantas diturunkan, jangan dibiarkan tumbuh subur bermekaran. Kan kasihan perempuan yang akan menjadi calon madrasah pertama bagi anakmu. Dia akan merasa payah karena watak yang diturunkan oleh sang ayah, ups calon.

Baca Juga  Pentingnya Belajar Soft Skill, HMPS Tadris Matematika IAIN Kudus Gelar Pelatihan Desain Grafis

Perempuan yang akan membesarkan namamu melalui sikap anakmu nanti, jangan pernah kamu salahkan. Jika memang ada yang salah, nasehati. Beritahu bagaimana seharusnya perempuanmu. Jangan malah dimaki. Karena lelaki yang baik bukan lelaki yang hanya bisa menyalahkan, tapi juga bisa mengarahkan.

Muliakan perempuan, bimbinglah mereka agar terdidik anakmu kelak. Demi gemilangnya masa depanmu, sebelum sampai pada tahap membimbing perempuan, bertanggung jawablah pada dirimu sendiri. Berdamailah dengan resah-resahmu. Amati apa yang menjadi kurangmu, lalu perbaiki. Belajar memahami apa yang ada di dalam dirimu, kemudian keluarkan menjadi kebaikan-kebaikan.

Paham ya, kamu..

  1. Perempuan Punya Dua Pasal Pertama, perempuan selalu menang. Kedua, jika perempuan kalah, kembali ke pasal sebelumnya.

Jadi…

Dengan segala beban yang dipikul, kewajiban yang ditanggung, kodrat yang luhur, betapa perempuan begitu ’eman’ untuk disiakan. Betapa perempuan memiliki kedudukan menang tanpa harus dimenangkan.

  • Penulis: Afifatun Ni’mah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *