LENSAISH.COM, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, membatalkan wacana karantina di wilayahnya.
Hal ini diungkap Raja Keraton Yogyakarta tersebut pasca-memanggil seluruh bupati/walikota serta pihak rumah sakit se-DIY untuk menggelar rapat di Kantor Gubernur Kepatihan Yogyakarta, Senin (21/6).
“Tak ada kalimat lockdown,” ujar Sultan didampingi para bupati dan walikota usai pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam lebih.
Baca Juga:
- Bikin Bangga! Semarang Jadi Salah Satu Kota Mahasiswa Terbaik
- Rayakan Harlah, Fakultas Syariah Unisnu Jepara Gelar Festival Syariah
Dengan dibatalkannya lockdwon, Sultan menuturkan akan menempuh pembatasan mobilitas masyarakat lebih kencang di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang akan berlangsung hingga 28 Juni nanti.
Pada kesempatan itu, Sultan juga membantah jika alasannya tidak jadi menempuh lockdown karena ada tekanan dari pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat hanya menekankan bagaimana (dalam upaya menekan penularan kasus Covid-19) tetap menjaga keseimbangan antara sektor ekonomi dan kesehatan, bukan lockdown,” tandas Sultan.
Baca Juga:
- Tumbuhkan Kreativitas, CEO Aish Media: Visual adalah Komunikasi yang Paling Efektif
- Webinar Desain Grafis, CEO Aish Media Ajak Anak Muda Terus Berkarya dan Manfaatkan Peluang
Sultan menambahkan, jika lockdown seluruh kegiatan masyarakat harus berhenti total. Yang diijinkan beroperasi hanya apotek dan supermarket. Maka konsekuensinya pemerintah yang harus menyiapkan biaya untuk menghidupi kebutuhan harian masyarakat.
“Aku ora kuat nak dikon ngragati urip wong sak Yogya (Saya tidak akan kuat kalau diminta membiayai biaya hidup masyarakat se-Yogya),” ujar Sultan. (LA)