oleh

Inovasi, MA NU 01 Banyuputih Ajak Siswa Belajar Secara Langsung

LENSAISH.COM, BATANG – Program Peminatan (Promin) Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) Madrasah Aliyah Nahdhatul Ulama (MA NU) 01 Banyuputih gelar kegiatan Pembelajaran Kolaborasi Lapangan (PKL) ke Sentra Batik Rifaiyah, Kalipucang Wetan, Batang dan Museum Batik Pekalongan pada Senin (4/10).

Kegiatan PKL ini diikuti oleh 18 Peserta didik yang terdiri dari 9 anak kelas 11 dan 9 anak kelas 12 (IIS 1, IIS2 dan IIS3 dengan masing-masing kelas 3 anak) yang mendapatkan prestasi di kelas masing-masing serta Kepala Program Peminatan (Kapromin) IIS dan 4 guru lainnya.

Rangkaian kegiatan PKL ini diawali dengan apel pagi dan pengecekan perbekalan siswa pada pukul 08.00 di MA NU 01 Banyuputih.

Baca juga:

Baca Juga  MA NU 01 Banyuputih, Gerakkan Literasi Dengan Perpustakaan

Achmad Masfufi, dalam kata sambutannya sebagai Kapromin IIS menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk realisasi program kerja kegiatan pembelajaran yang bersifat kolaborasi lintas disiplin ilmu rumpun IPS.

“Walaupun Kegiatan PKL ini tidak berjalan sesuai rencana, dikarenakan Mangrove Center sedang dalam perbaikan, Saya harap Kegiatan PKL ini akan tetap dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Serta dapat lebih memacu menjadi generasi prestasi IIS yang berkompeten,” imbuhnya.

Foto: Para Peserta Promin IIS MA NU 01 Banyuputih pada kegiatan Pembelajaran Kolaborasi Lapangan (PKL) ke Sentra Batik Rifaiyah, Kalipucang Wetan, Batang dan Museum Batik Pekalongan, Senin (4/10). (LA/MK)

Tepat pukul 09.00 WIB, para peserta tiba di Sentra Batik Rifaiyah. Selain belajar mengenai sejarah dan ragam batik Rifaiyah, peserta juga praktek membatik secara langsung.

Baca Juga  Komunitas Tak Selesai Gelar Bincang Santai Fotografi Jurnalistik

Baca juga:

Selanjutnya, guna menambah wawasan dan pengetahuan dalam batik, peserta juga berkunjung ke Museum Batik Pekalongan.

Para peserta belajar mengenai sejarah, ragam dan mempraktekkan cara membatik dengan menggunakan teknik cap.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta berkunjung ke pantai Cemoro Sewu, Depok.

Peserta menganalisis pengaruh objek wisata pantai terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar. (LA/MK/FA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *